Selasa, 19 Januari 2010

Apa yang dimaksud dengan BIOS dan cara mengoperasikannya

Apa itu BIOS ?

(Basic Input Output Sistem)

Adalah sebuah software yang terdapat pada Chip ROM BIOS yang berfungsi untuk mengidentifikasi hardware dan peripheral yang terhubung dengan motherboard, yang nantinya konfigurasi ini akan di sampaikan pada Sistem Operasi Komputer agar hardware tersebut dapat berjalan dengan optimal.

Vendor (Perusahaan pembuat BIOS)

  1. AMI BIOS
  2. Award BIOS
  3. Phoenix, dll

Dapatkan performa komputer yang sesuai harapan dengan mengatur ulang BIOS.

Sebelum Anda masuk ke dalam Windows atau sistem operasi lainnya, ada sebuah software kecil yang sudah ber jalan secara otomatis sejak Anda menyalakan PC. Namanya BIOS (Basic Input Output System), atau orang di luar sana biasa melafalkannya "bay-os".

Dalam kondisi normal, Anda memang tak perlu menjelajahi sistem ini. Apalagi BIOS juga tidak menampakkan diri secara otomatis. Tapi, pasti ada saat Anda mau tidak mau harus membukanya, seperti ketika Anda akan menambah kan hard disk, mengganti prosesor, atau menginstal ulang sistem operasi. Situasi seperti itu memaksa kita untuk mengatur ulang informasi di dalamnya.

Sistem kecil tersebut bertugas mengontrol fungsi-fungsi dasar komputer, seperti melakukan pemeriksaan atas keberadaan dan status prosesor, memori, serta hard disk untuk menjalani proses boot. BIOS juga menangani konfigurasi berbagai komponen periferal, seperti suara, kartu grafik dan semua port yang ada. Informasi status yang dihasilkannya akan dipakai oleh sistem operasi untuk menjalankan sistemnya.

Tampilannya sangat sederhana, tidak sama dengan Windows. Lihat saja berbagai screenshot di halaman ini, begitulah tampang BIOS. Maklumlah, karena sistem ini hanya tersimpan pada sebuah chip yang tertanam pada motherboard, maka ukuran sistemnya sendiri tidak bisa begitu besar.Lantas, bagaimana cara mengaturnya? Petunjuk penggunaannya bisa Anda lihat di dalam buku manual motherboard. Buku tersebut biasanya menyertai setiap pembelian PC. Coba periksa deh paket PC Anda, mungkin terselip di kardusnya.

Tapi… kebanyakan buku manual tersebut memang lebih sibuk menerangkan detil pengoperasian BIOS, dan terkadang malah melupakan hal-hal mendasar darinya. Padahal, sebelum mengoperasikannya kita kan perlu mengerti dulu, apa sih kegunaan dari berbagai fasilitas pengaturan yang ada di dalamnya.

Trik Anti-error


Berbagai merek motherboard yang ada di dunia saat ini sebenarnya hanya menggunakan dua macam chip BIOS: Award BIOS dan AMI BIOS. Keduanya memiliki fasilitas yang hampir sama, walau tampilannya mungkin sedikit berbeda. Paling-paling, nama menunya saja yang sedikit berbeda. Pokoknya, sekali terbiasa dengan menu pada salah satu macam BIOS, Anda tidak akan terlalu kesulitan untuk memakai yang lainnya.

Petunjuk untuk masuk ke dalam BIOS biasanya muncul saat Anda pertama kali menyalakan komputer. Pesannya biasanya berbunyi "Press F1 to enter Setup". Pada sejumlah komputer, tombol masuk ke BIOS ini bisa saja berbeda, entah [F10], [F11], [F12] atau tombol [Delete].

Pada beberapa komputer, BIOS hanya bisa diakses saat PC melakukan boot pertama kali, dan tidak pada saat reset. Telitilah komputer Anda, dan cari tahu bagaimana cara masuk ke dalam BIOS-nya.

Satu hal yang perlu Anda ingat, jangan ubah satu pun konfigurasi BIOS, bila Anda tidak mengerti apa maksudnya. Tindakan sembrono akan membuat komputer berjalan tidak normal, malah tidak berjalan sama sekali. Bahkan, membuat Anda susah untuk masuk ke BIOS dan mengubahnya kembali.

Triknya, bila Anda akan mengatur ulang sejumlah opsi dalam BIOS, lakukanlah hal itu satu per satu. Selesai mengatur satu konfigurasi, restart komputer. Lihat perubahan yang terjadi. Kalau tidak ada masalah, baru lakukan pengaturan pada konfigurasi lainnya. Cara seperti ini akan membuat Anda gampang mendeteksi kesalahan konfigurasi bila komputer ngadat setelah Anda atur ulang BIOS-nya.

Layar utama BIOS biasanya menampilkan sejumlah menu utama dan instruksi untuk beroperasi di dalamnya. Anda bisa memasuki salah satu menu dengan menekan [Enter], saat kursor mengarah pada menu tersebut. Sekelompok submenu lainnya kemudian akan muncul. Gunakan tombol arah untuk menjelajah. Tekan [Esc] untuk kembali ke menu utama tadi. Telusuri satu per satu menu, sehingga Anda mendapatkan gambaran tentang apa saja isinya. Dalam BIOS di komputer kami misalnya, kursor aktif ditandai dengan warna kuning. Untuk mengubah konfigurasi pada suatu menu, kami menekan tombol [Page Up] atau [Page Down]. Pada BIOS lainnya, Anda juga bisa menekan tombol [+] dan [-] pada numpad untuk melakukan yang sama.

Dua opsi yang perlu Anda hafalkan dalam layar utama adalah "Exit Without Saving" dan "Save & Exit Setup". Anda tentu bisa menebak apa artinya. Pokoknya, kalau Anda melakukan sejumlah perubahan, tapi kemudian ragu-ragu, maka pilih saja opsi "Exit Without Saving", sehingga Anda akan keluar dari BIOS tanpa melakukan perubahan apa pun. Sedangkan opsi satunya berarti keluar dari BIOS dengan menyimpan semua perubahan yang sudah Anda lakukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar